Berdasarkan Theodore Roosevelt mengatakan bahwa fungsi pendidikan karakter itu adalah untuk mendidik moral seseorang supaya menjadi pribadi yang baik di lingkungan masyarakat. Bagaimanapun juga mendidik pikiran anak-anak tanpa mendidik moralnya itu sama saja telah mendidik ancaman di lingkungan masyarakat. Itu berarti bahwa orang yang daya intelegensi dan kecerdasannya tinggi bila moralnya rendah hanya akan menjadi ancaman untuk lingkungan masyarakat.

Saat seseorang tidak memiliki moral, mereka bisa saja melakukan hal-hal yang berbahaya sehingga menyebabkan kerugian pada banyak orang karena keahlian dan ilmunya. Itulah sebabnya menekankan pendidikan karakter pada anak dari SD itu sangat baik. Umumnya tujuan memberikan pendidikan karakter di tingkat SD adalah supaya membentuk kepribadian dan karakter seseorang agar lebih bermoral, berakhlak, tangguh, mempunyai toleransi, dan bersikap baik.

Fungsi Pendidikan Karakter pada Anak SD

Pendidikan karakter di bangku sekolah dasar dapat membentuk kepribadian anak supaya tidak goyah moralnya saat menerima berbagai macam attitude global dan budaya di lingkungan masyarakatnya. Fungsi Pendidikan karakter kita bagi menjadi 2 (dua), fungsi secara umum dan fungsi Pendidikan karakter sekolah.

Fungsi Secara Umum

Umumnya Fungsi Pendidikan Karakter sebagai pengembangan potensi, perbaikan perilaku dan penyaring budaya luar yang tidak sesuai dengan budaya sendiri. Sehingga dengan Pendidikan karakter akan menghasilkan generasi bangsa yang berkarakter. Berikut secara terperinci;

  1. Fungsi Pembentukan dan Pengembangan : Dengan memberikan pendidikan karakter kepada anak-anak akan membuat potensi dasar mereka terbentuk dan berkembang menjadi lebih baik. Sehingga mereka bisa berhati baik, berpikiran baik, dan bersikap baik sesuai dengan falsafah hidup pancasila.
  2. Fungsi Perbaikan dan Penguatan : Memberikan pendidikan karakter pada anak bisa membuat perilaku mereka menjadi lebih kuat dan baik di tengah-tengah masyarakat multikultur.
  3. Fungsi Penyaring : Dengan pendidikan karakter yang baik membuat peradaban dan karakter bangsa menjadi terbangun dan mempunyai daya kompetisi yang lebih tinggi saat melakukan interaksi secara internasional. Budaya bangsa tetap utuh dengan mempertahankan budaya sendiri dan menyaring budaya asing yang tidak bermartabat.

Fungsi Pendidikan Karakter untuk Sekolah

Karakter sekolah menjadi ciri khas di mata masyarakat dan membentuk citra sekolah. Pendidikan karakter fungsinya membentuk dan menjaga citra baik sekolah. Nilai-nilai didalamnya termasuk perilaku, kebiasaan, dan atribut sekolah serta lingkungan dan masyarakat sekitar sekolah.

Fungsi Pendidikan karakter untuk sekolah adalah sebagai berikut;

  1. Membiasakan peserta didik berperilaku terpuji yang sejalan dengan karakter bangsa.
  2. Mengembangkan potensi afektif peserta didik sebagai warga sekolah dan warga negara yang mempunyai nilai-nilai karakter bangsa.
  3. Membentuk sikap tanggung jawab dan jiwa kepemimpinan peserta didik sebagai generasi penerus bangsa.
  4. Mengembangkan peserta didik menjadi manusia yang mandiri, kreatif dan berwawasan kebangsaan.
  5. Lingkungan sekolah menjadi tempat yang kondusif, nyaman dan aman sebagai lingkungan belajar.

Hambatan dalam Mengajar Pendidikan Karakter 

Fungsi pendidikan karakter pada anak di tingkat Sekolah Dasar sudah dijelaskan sebelumnya di atas. Maka dari itu pendidikan karakter harus diperhatikan dengan baik selain memberikan pendidikan secara akademik di lingkungan sekolah. Namun sayangnya ternyata ada beberapa hal yang menjadi penghambat saat memberikan pendidikan karakter pada peserta didik. Di bawah ini adalah beberapa hambatan saat memberikan pendidikan karakter kepada anak-anak:

Hambatan di Lingkungan Keluarga 

Lingkungan keluarga adalah sumber pendidikan yang sangat mempengaruhi karakter anak di tingkat SD, namun sayangnya sering diabaikan. Perlu diketahui bahwa pendidikan karakter itu tidak sama dengan mendisiplinkan anak saja. Karena pendidikan karakter tidak hanya menjadikan anak agar patuh kepada orang tua saja. Namun fungsi pendidikan karakter adalah supaya anak bisa mengutarakan pendapatnya kepada orang tua tanpa rasa takut.

Umumnya pendidikan karakter di lingkungan keluarga sering dikesampingkan karena keluarga lebih fokus untuk hal yang lainnya. Misalnya fokus untuk meningkatkan perekonomian hingga waktu untuk memberikan pendidikan karakter kepada anak sampai tidak ada.

Hambatan di Lingkungan Masyarakat 

Hal ini bisa terjadi saat kondisi lingkungan tidak kondusif. Sehingga peserta didik hanya menghabiskan waktunya di sekolah hingga tidak berinteraksi dengan lingkungan sosial. Jadi sekalipun pendidikan karakter yang diajarkan di sekolah sudah baik, namun bila anak-anak mendapatkan moral negatif dari lingkungannya membuat akhlak dan ajaran moral dari sekolah hilang dan tergantikan begitu saja.

Peserta didik yang tinggal di lingkungan kurang kondusif tanpa penyaring bisa mengakibatkan kemunculan sikap yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Itulah sebabnya supaya fungsi pendidikan karakter bisa berhasil sebagaimana mestinya, maka lingkungan masyarakatnya harus baik.

Hambatan di Lingkungan Sekolah 

Salah satu hambatan kenapa sulit untuk menerapkan pendidikan karakter pada anak-anak adalah karena lingkungan sekolahnya tidak mendukung. Misalnya bila kurikulum di sekolah berubah-ubah tapi pelatihan dan proses sosialisasi tenaga pengajar masih minim, hal ini membuat mereka tidak bisa memberikan pengajaran pendidikan karakter dengan baik. Karena setiap penilaiannya hanya didasarkan pada aspek kognitif saja.

Sayangnya saat ini banyak sekolah masih saja menganggap bahwa kualitas sekolah yang baik dilihat dari jumlah siswanya. Sehingga hal ini membuat beberapa sekolah lebih mengedepankan pendidikan kognitif daripada pendidikan karakter. Maka dari itu seharusnya aspek kognitif harus seimbang dengan pendidikan karakter yang diajarkan di sekolah dasar.

Selain hal itu, sebaiknya anak-anak dididik untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di luar jam belajar agar karakternya lebih terbentuk. Beberapa manfaat yang didapatkan bila anak-anak diajarkan untuk mengikuti kegiatan sekolah lainnya di luar jam belajar adalah supaya mereka bisa bekerja sama dalam tim (organisasi) dengan baik.

Disamping itu, dengan memberikan pendidikan karakter kepada anak SD akan membuat anak-anak menjadi lebih percaya diri, belajar disiplin, bisa dipercaya, dan memiliki beberapa karakter positif yang lainnya.

Jadi seperti itulah sedikit penjelasan tentang pentingnya memberikan pendidikan karakter di bangku SD dan beberapa hambatan yang sering muncul ketika mengajarkan hal itu kepada mereka. Dari sinilah dapat disimpulkan bahwa fungsi pendidikan karakter adalah untuk membentuk karakter anak sejak usia dini supaya menjadi pribadi yang lebih baik saat tumbuh dewasa.